Student Traveler – Backpacking Consultant – More Priceless Stories

Tadi siang, gue nonton acara favorit gue di NatGeo Adventure, nama acaranya Somewhere in China.

Acara ini menceritakan tentang dua bersaudara bernama Jeff and Peter Hutchens, mereka berdua adalah anak diplomat yang ngabisin masa kecilnya disana, dan pas udah gede, mereka kembali travelling ke China untuk ngebandingin apa yang dia liat dulu dan sekarang.

Episode yang gue tonton tadi mengambil lokasi di Kashgar, kota bagian Barat di Cina yang mayoritas penduduknya muslim. Dulunya daerah ini masuk dalam jalur Sutera, jalur perdangan yang menghubungkan antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Kashgar ini sangat terkenal sebagai penghasil batu giok yang terkenal.

Menurut masyarakat China, batu giok lebih memiliki ‘nilai’ dibanding emas. Jaman dahulu, batu giok bisa dipakai sebagai alat jual beli, bahkan bisa untuk bayar pajak.

Di acara itu juga ditunjukkan bagaimana susahnya mencari batu giok dan menentukan yang asli, Jeff dan Peter mencoba buat cari peruntungan dari temuan batu gioknya, pas dia ke pasar untuk jual gioknya, eh ternyata salah! hahaha.

Habis nonton ini, gue langsung  terinspirasi buat nulis pengalaman trip gue tahun 2011 silam ke Beijing . saat itu, gue ‘terjebak’ untuk mengunjungi salah satu pabrik Giok yang ada di barat laut kota Beijing. hehehe.

Gimana menjebaknya?

Perlu gue informasikan ke teman-teman semua nih yang mau jalan-jalan ke Cina, kalau kita ambil paket tour di Beijing (mungkin berlaku di tempat lainnya juga), pastinya kita akan dibawa ke tempat-tempat yang bukan menjadi tujuan kita, dan tempat itu pasti ada unsur ‘belanja’-nya. well, itu sih udah hal lumrah aja karena pastinya agen tour sudah kongkalikong dengan tempat belanja itu, kalau bisa bawa pengunjung pastinya dia akan dapat bonus. :)

Waktu gue ke Beijing, gue ambil paket tour satu hari ke Tembok Raksasa China (kisahnya di sini) ke salah satu travel agent yang gue temukan di google. Gue dan rombongan dijemput di hostel, dan kita pun naik mini van menuju Tembok Cina,

ternyataa…. di tengah jalan, tiba-tiba kita accidentally mampir ke satu tempat yang bernama Jade Carving Factory.

Awalnya gue ga terlalu ngeh dengan penjelasan tour guide pas di mini van tentang pabrik sekaligus toko batu giok ini. Pas mobil masuk ke parkiran tokonya, gue baru ‘ngeh’ kalau dari tadi tournya sedang promosi giok -_-“

Gue sebenarnya kurang begitu semangat dateng kesini, karena iming-imingnya pasti belanja di tempat ini. Lagian, si tour guidenya salah sasaran, gue serombongan (10 orang) ini kan mahasiswa, masa iya ditawarin batu giok yang harganya muahal banget.

In this factory, they will give you a good price..” sahut tour guidenya mengakhiri penjelasannya di mini van.

hmm really? we’ll see.

ruang pertama yang gue masuki adalah lobi factory, cukup mewah interiornya, apalagi lampunya, kayak ballroom hotel gitu.

2

Lobi Factory

Ruang berikutnya yang gue masuki adalah galeri batu giok. bentuknya seperti koridor jalan yang di sebelah kanan-kirinya ada dereta etalase yang berisi batu-batu giok dengan aneka bentuk. Berhubung gue sendiri kurang tau banyak tentang ilmu pergiokan. Gue tidak bisa menjelaskan giok yang satu dengan yang lainnya, hehe. gue liat-liat di galeri itu sekitar 5 menitan, dan

7

Galeri Giok

  ada satu display yang menarik buat gue. Di salah satu sudut etalase, ada giok berbentuk bulat kayak bola takraw yang dipajang mulai dari bahan mentah sampai bahan jadi (lihat foto di bawah).

4

5

6

Jade’s display as a process

Selain display batu giok dari mentahan sampai jadi, gue juga melihat ada bapak-bapak yang lagi serius kerja dengan mesin seperti mesin jahit, kita bisa ngeliat si bapak itu dari balik kaca. Pabrik giok ini sepertinya punya konsep yang mirip dnegan “open-kitchen”. Kalau toko kue, kita bisa liat proses pembuatan rotinya. nah, kalau disini, kita bisa liat proses pembuatan batu gioknya. Menarik bukan? Gue jadi bertanya-tanya, kira-kira kalau di Indonesia, dimana ya bisa menemukan tempat kayak gini? misal di pabrik batik, gue juga bisa liat ibu-ibu yang lagi ngelukis batik pake canting. apa masih ada? :)

3

‘Open-kitchen’ factory

Puas dari ruang galeri, ruang berikutnya adalah ruang kosong tapi ada meja di pojoknya, disitu ada mbak-mbak yang siap memanggil pengunjung untuk datang dan dengerin dia cerita. Ternyata si mbak ini menceritakan tentang asal usul giok plus ngasi tau tentang bagaimana caranya bedain giok yang asli dan yang palsu. Disitu dia bawa beberapa gelang dan nunjukkin bagaimana cara bedain antara giok dengan batu aslinya. Ada beberapa cara untuk identifikasi giok, yang gue inget cuma dua, dari terpaan matahari dan suaranya. Giok yang asli itu kalau batunya diterpa matahari, batunya nembus cahaya. kalau ga nembus berarti palsu. trus bunyi batu giok kalau dipukul itu unik dan beda. Sisanya, gue udah ga inget lagi. hehe.

8

penjelasan si cici tentang sejarah Giok dan identifikasi Giok yang asli

Ternyata medali olimpiade beijing tahun 2008 silam juga memakai batu giok! wow~ gue bisa menyimpulkan kalau giok ini sudah menjadi identitas negeri bambu. segala aspek pasti ga lepas dari unsur batu giok.

9

Medali Olimpiade Beijing juga pakai batu giok loh.. :)

Beres dengerin presentasi dari si mbak-mbak itu, kita menuju ruangan berikutnya yaitu ruang shopping.

Ruang shoppingnya gedee banget, dibanding ruang sebelumnya, ruang ini paling luas. Cekidot!

10

Inilah dia… lapak Giok ;p

Gue sedikit penasaran dari apa yang dibilang tour guide sebelumnya tentang “good price”, gue akhirnya coba liat-liat harga di deretan suvenir batu giok mini, setinggi ibu jari. label harganya tertera di batu gionya, gue pun liat satu ukiran batu giok mini, dan oh my God.

sekecil gitu aja udah 100ribuan! oalah.. mahal banget yaaa. habis liat ukiran giok kecil itu, mata gue langsung ke ukiran lainnya yang lebih gede. tanpa perlu cek harganya, gue udah bisa memperkirakan harganya berapa, pasti muahal banget.

14

Turis asing lagi ditawarin giok ama cici-cicinya.

13

salah satu souvenir giok

Berhubung gue perlu realistis, akhirnya gue cukup liat-liat aja, tanpa ada niat sedikitpun untuk beli. hahaha.

11

awalnya cuma iseng liat, eh langsung disamperin, ahaha

selama di ruang shopping, yang bisa gue lakukan hanyalah menghiraukan tawaran dari karyawan tokonya dan foto-foto pake kamera SLR. Gue pun minta temen gue untuk motoin gue yang sedang bergaya milih kalung giok. Hohoho~

12

judul yang tepat : memilih giok dari kejauhan (don’t worry it’s just acting)

1

once again, I just acted like I want to buy it. hohoho~

capek berkeliling ngeliat giok yang ga mampu gue beli, gue akhirnya mencari teman-teman gue yang udah ngalor ngidul kemana-mana (tapi ga belanja juga mereka, hehe). Gue pun ketemu Dito dan faris yang lagi berdiri di depan papan berukiran khas China. so tunggu apalagi? mari berfoto! :D

16

meski ga belanja, gaya tetep nomor satu donk! (ki : Faris, ka : Dito)

Ga lama, temen-temen gue yang lain ikut berdatangan, ikutan foto-foto juga. pas kita lagi asyik foto-foto, gue liat ada rombongan bapak-ibu chinese yang masuk ke ruang shopping… tapui bentar… wah mereka ngomong bahasa Indonesia!

“dari Indonesia ya pak? kita dari Bogor.. bapak dari mana?” sahut gue pas rombongan gue dan bapak itu mulai sadar kalau kita sama2 orang Indonesia. hehe.

ternyata rombongan bapak-ibu ini dari Jakarta, mereka lagi liburan.

15

waahh, akhirnya ketemu orang Indonesia juga di Beijing :D

Seorang bapak dengan antusiasnya cerita tentang perjalanan mereka ke China ini bareng temen-temennya, dan kita akhiri dengan foro bareng. Ga lama, kita langsung pamitan ke bapak-ibu tersebut, karena udah dipanggil ama tour guidenya.

well, it’s pretty interesting to visit Jade Carving Factory, because I’ve never been here before. yang menarik bagi gue tentang giok adalah bagaimana ngebedain antara giok asli dan plasu dan bagaimana batu giok ini sudah dari warisan budaya China yang masih dipertahankan sampai sekarang, toh liat aja harga giok masih muahal banget. bisa disimpulin, Giok ini masih punya nilai buat masyarakat China. namun batu giok ini ga recommended untuk mahasiswa kere macem gue gini. hahaha.

tapi jika memang kalian ada waktu luang pas jalan-jalan di Beijing, ga ada salahnya kok mampir ke Jade Factory ini, siapa tahu bisa ketemu Jeff Hutchens lagi syuting ‘Somewhere in China’! #eh #salahfokus

sekian cerita dari saya, happy jade-ing!

388329_10150389520249510_552804509_8270835_1714961351_n

Foto bareng di depan Jade Carving Factory :D

About these ads

Comments on: "‘Accidental’ Trip To Jade Factory in Beijing" (2)

  1. Di solo bnyk toko batik lengkap dg showroom pegawainya yg lg kerja

  2. ceritadarikotahujan said:

    Ohh i see, i’ve never been to batik factory in solo, thanks for the info wen! :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 704 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: